MTQ ke XXX Tingkat Kabupaten Telah Usai, Camat Keruak Curhat Sisakan Utang
Sepit - (desasepit.web.id) - Perhelatan MTQ tingkat kabupaten Lombok Timur sudah resmi ditutup Pj Bupati Lombok Timur HM. Juaini Taofik Senin malam (29/4/2024) lalu. Para juara telah beruvoria menikmati hadiah dan tak mustahil sedang sibuk mencari pigura untuk membingkai plakat juara sebagai pajangan di dinding kamar.
Mereka para juara itu adalah hanya sebagian kecil dari puluhan kafilah utusan masing-masing kecamatan. Tentu keberangkatan para kafilah itu tidak terlepas dari upaya camat memfasilitasi segalanya sehingga para kafilah tidak absen dan dengan suka cita tampil di arena tilawah.
Namun di balik itu semua, camat harus pontang-panting mencari sumber pembiayaan karna kecamatan tidak memiliki anggaran khusus untuk membiayai berbagai kegiatan selain memohon sumbangsih dari desa dan atau pihak-pihak donatur yang peduli. Seperti curhat Camat Keruak, Jumase SIP kepada media ini, Selasa (29/4/2024) di ruang kerjanya.
Orang Juga Melihat : Tahun ini, Pemdes Salurkan BLT-DD Door to Door
Yuk Isi Kuisoner Penilaian Kepuasan Masyarakat Untuk Pelayanan Pemerintah Desa Sepit, Klik Disini Untuk Mengisi.
Dari hasil musyawarah bersama 15 desa di kecamatan Keruak tutur Jumase, masing-masing desa sepakat menyumbang sebesar Rp 2 juta per desa. Namun realisasinya tak seperti yang diharapkan, ada yang mengisi janjinya, ada pula yang hingga sekarang hilang kabar. Seyogyanya akan terkumpul Rp 30 juta jika semua terealisasi.
Berdasarkan kesepakatan desa, Camat yang juga mantan Kabag Tatapem Pemkab Lotim itu mengaku memberanikan diri angkat hutang untuk pembelian seragam kafilah sebanyak 45 utusan yang ikut lomba dengan nilai Rp 12 juta. Dan katanya, di tempat pesanan baru di DP Rp 2 juta yang hingga sekarang belum ada gambaran sumber untuk melunasi.
"ini baru harga seragam saja, belum lagi biaya transportasi tiap hari tiap malam selama berlomba untuk kafilah. Tak hanya peserta, juga para pelatih, tambah orang tua dari semua peserta tingkat anak-anak yang harus diikutkan. Sebab jika tidak diikutkan orang tua, maka kasihan anak-anak tidak ada yang bisa utus saat makan dan sebagainya" tutur Camat dengan nada tersedu-sedu.
Tak hanya itu, persiapan menjelang pelaksanaa MTQ, pihak kecamatan Keruak telah mengeluarkan biaya Rp 5 juta lebih untuk biaya TC yang semuanya juga dari utang. Dari akumulasi utang, camat mengaku belum ada bayangan sumber untuk melunasi beban ini.
Untuk itu, Camat berharap pengertian para Kades untuk membantu pihak kecamatan memenuhi janjinya, meskipun pihaknya menyadari saat ini sedang dalam kesulitan anggaran. "Kami memang memaklumi saat ini desa dalam kesulitan dana. Syukur desa kemarin pas lebaran ada Siltap yang bisa cair", ungkapnya lagi.
Kendati demikian, melalui perjuangan yang melelahkan ditambah memikul beban hutang, ternyata bisa membuahkan hasil. Kecamatan Keruak berhasil keluar sebagai juara umum II dengan perolehan 5 medali mas, 2 perak dan 3 perunggu. "Kita bersyukur sebagai juara umum II. Berarti kecamatan Keruak terbaik ke 2 dari 21 kecamatan di Lombok Timur", tuturnya dengan bangga.
Baca Juga :