Berita Desa

Ayo Perempuan Mengadu di Sini Saja Jangan di Medsos

Ayo Perempuan Mengadu di Sini Saja Jangan di Medsos

 

 

Sepit, (desasepit.web.id) : Sekolah Perempuan “Nine Besiru” Pemerintah Desa Sepit, membentuk pos pengaduan tim pemantau komunitas di Aula Perpustakaan Desa, Rabu (28/05/2025). Pos pengaduan ini diharapkan bisa menfasilitasi dan memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan.

Pembentukan pos pengaduan ini dihadiri oleh Kepala Desa Sepit Muhammad Hasmawadi, pendamping LPSDM  Elli Setiani beserta  sejumlah perwakilan lembaga desa lainnya. Seperti perangkat desa, BPD, PKK, Karang Taruna, dan RKDD.

 

Orang Juga Melihat : BPS Lotim Gelar FGD Standar Pelayanan, Pastikan Semua Layanan Data Gratis

WhatsApp_Image_2025-05-28_at_12-50-02_(2)_-_Copy 

 

Kepala Desa Sepit, Muhammad Hasmawadi dalam sambutannya mengungkapkan, dibentuknya pos pengaduan ini merupakan langkah awal dan bentuk komitmen pihaknya peduli dengan hak-hak perempuan. Kehadiran pos ini, kata Hasmawadi mampu menangani berbagai permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat wabil khusus permasalahan kaum perempuan. ”InsyaAllah semua hal baik siap kita dukung,” terangnya.

Namun yang perlu diperhatikan, lanjut Hasmawadi tidak semua aduan atau laporan yang masuk langsung di proses. Perlu dilakukan kroscek dan gali informasi lebih mendalam di lapangan agar aduan tersebut bisa dibuktikan kebenarannya.

”Silahkan dipilih (aduan yang masuk, red) mana yang diproses mana yang tidak,” sarannya.

Sekolah Perempuan Nine Besiru sudah membuka dua pos pengaduan. Pertama offline, masyarakat bisa datang lansung ke sekretariatan Sekolah Perempuan di depan Kantor Polindes Desa. Layanan ini bisa diakses dari hari Senin sampai Jumat. Mulai pukul 08.30 Wita sampai 14.00 Wita. Kedua, via online dengan menghubungi nomor WA 082340820974.

 

Baca Juga :

Terima Kasih Tim Tuak Manis Dukcapil Lotim

Sudah Saatnya Semua Pihak Peduli Pangan

Tinjau Persiapan Desa Cantik, Kepala BPS Lotim : Silahkan Koordinasi Kalau Ada Kendala

WhatsApp_Image_2025-05-28_at_12-50-02_(1)_-_Copy 

 

Pendamping LPSDM Elli Setiani mengaku, sebenarnya pos pengaduan ini telah berjalan beberapa bulan yang lalu. Dikarenakan pihaknya sudah menerima sejumlah aduan dari masyarakat bahkan ada yang sampai dieksekusi. Aduan ini pun beragam, seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pernikahan diri, sampai pada pengurusan administasi kependudukan seperti KIS dan PBI.

”Pos pengaduan ini sebenarnya sudah berjalan. Teman-teman sudah bergerak mendampingi beberapa kasus,” terangnya.

Dijelaskan wanita berhijab ini, keberadaan pos pengaduan ini merupakan wujud komitmen pihaknya meningkatkan kualitas layanan. Ia menegaskan setiap pengaduan yang masuk akan diproses sesuai prosedur yang berlaku. Ini demi menciptakan transparansi dan akuntabilitas.

”Tentu dalam kami menangani beberapa aduan ini tidak bisa berjalan sendiri, namun kita bersama-sama pasang badan. Ini adalah tanggung jawab kita bersama, bergerak bersama, meminimalisir masalah pada kaum perempuan,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Sekolah Perempuan Nine Besiru Desa Sepit Alfi Khoirini mengungkapkan sejauh ini ada sekitar belasan aduan yang masuk. Didominasi oleh aduan tentang KDRT dan administrasi kependudukan. (ZN)

Beri Komentar