Ayo Jauhi, Selot Tak Ada Manfaat
Opini Publik
Oleh : Moh. Zamani Hilmi
Di tengah derasnya arus digitalisasi saat ini, kemudahan akses internet memberikan banyak manfaat bagi masyarakat luas. Namun ironinya, kemudahan ini justru membuka peluang lebar bagi masuknya tantangan resiko baru, salah satunya adalah ketergantungan judi online (Judol) “slot” (salah satu merk Judol) yang kini semakin marak, dan tentu saja menghawatirkan.
Judol Slot, atau yang lebih familiar disebut "selot", bukan lagi disebut hiburan “iseng”. Hasil survei salah satu lembaga di Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan fakta yang mencengangkan. Hampir di setiap desa di Nusa Tenggara Barat, sekitar 25% pemuda pernah mencoba selot, dan hampir 10% diantaranya menunjukan tanda kecanduan.
Awalnya banyak pemuda yang hanya penasaran atau ajakan teman. Namun, selot yang menawarkan kemenangan instan ini berubah menjadi candu yang susah untuk di lepas. Tentu akibatnya, banyak yang kehabisan uang, bahkan sampai menjual barang pribadi dan meminjam uang dengan bunga yang lumayan tinggi. Ini semua demi terus bermain dengan penuh ambisi.
Dampaknya, tentu bukan hanya perihal finansial. Tapi juga berpengaruh pada kesehatan mental dan hubungan sosial yang memburuk. Ini artinya selot lebih berbahaya daripada rokok.
Fenomena ini tentu menjadi tantangan dan ancaman serius bagi pemuda kedepan. Internet yang semakin mudah untuk di akses tanpa pendamping atau edukasi literasi digital yang memadai, justru menjadi pintu masuk perjudian ilegal. Minimnya kegiatan positif dan alternatif juga membuat pemuda semakin rentan terhadap jeratan judi online.
Problem kecanduan judi online tidak bisa di biarkan berlarut-larut. Dibutuhkan keterlibatan aktif dari berbagai pihak : keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat luas. Edukasi tentang bahaya Judol harus digaungkan secara terus-menerus. Tentu dengan metode yang mudah di pahami dan relevan bagi pemuda jaman sekarang. Kita tidak boleh membiarkan generasi muda, terjebak dalam ilusi kemenangan instan yang sebenarnya adalah jebakan berbahaya.
Teknologi seharusnya menjadi alat pemberdayaan, bukan sumber kerusakan. Mari bersama-sama bergerak menciptakan lingkungan yang sehat dan mendukung agar pemuda dapat tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan kreatif. (*)
Yuk Isi Kuisoner Penilaian Kepuasan Masyarakat Untuk Pelayanan Pemerintah Desa Sepit, Klik Disini Untuk Mengisi.