Hari Pertama MBG di MTs NW Sepit, Tiga Siswa Tak Mau Makan Ngaku Dilarang Ibu
Oleh : L. M. Kamil AB
Â
Sepit, (sepit.desa.id) - Ada-ada saja hal-hal aneh dalam proses pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG). Kejadian unik di MTs Al-Amin NW Sepit menarik untuk disimak di mana di hari pertama MBG, Senin (23/9/2025) pada saat makan siang ratusan siswa menyambut gembira datangnya susunan omprengan yang sudah pasti berisi menu makan siang yang tentu diharapkan enak dan lezat penuh gizi.
Karena ini hari pertama dan kali pertama dalam sejarah Indonesia, siswa sekolah diberi makan gratis, sudah barang tentu suka cita para siswa mewarnai tingkah anak-anak. Benar saja, petugas MBG bersama guru sekolah mengatur pembagian omprengan berisi menu nasi, lauk ayam, dan sayur ditambah ada buah kepada para siswa agar mengambil dengan tertib.
Pengecakan omprengan MBG oleh Kepala MTs NW Sepit
Puluhan guru di madrasah tersebut hanya bisa menyaksikan anak didiknya yang dengan wajah ceria menyantap lahap nasi dan lauk yang katanya enak dan lezat tampa para guru mendapat jatah. Maklum waktunya dinilai sangat tepat sekitar pukul 12.00 siang di waktu perut bersuara keroncongan bagaikan deru ombak pantai selatan.
Di tengah-tengah ratusan siswa saling menatap senyum sesama teman-teman sebangkunya, ternyata ada tiga siswa yang terdiam tanpa menyentuh sedikitpun omprengan mengkilat berbahan stenlis. Beberapa guru yang mengawasi mendekati siswa yang hanya terdiam itu.Â
Menurut penuturan Kepala MTs Al-Amin NW Sepit, H. L. M. Adnan S. Ag, awalnya ditanya kenapa tidak makan, tiga orang siswa tersebut terdiam hanya menggeleng kepala meskipun rekannya yang lain bibirnya terlihat berlumuran bumbu sambal ayam dan sayur menikmati hidangan kiriman negara melalui dapur umum yang populer di masyarakat disebut dapur MBG.
Usut-usut demi usut setelah berkali-kali diintrogasi oleh beberapa gurunya, ternyata dan ternyata menurut pengakuan ketiganya, mereka mengaku dilarang ikut makan gratis oleh ibunya. Alasannya sungguh memalukan membuat para guru tertawa, konon ibunya trauma dengan berita di TV banyak kejadian di daerah lain siswa keracunan diduga setelah menyantap menu makan gratis.
Meskipun kepala madrasah dan guru yang lain berupaya menyadarkan ketiganya, namun tetap kekeh menolak untuk makan. Karena tak ingin dipaksakan, akhirnya ketiga omprengan menu makanan tersebut disantap oleh tiga orang guru yang kebetulan masih bujang.Â
Ketiga guru muda itu tersenyum-senyum merobek-robek daging ayam segar dengan bumbu lezat, maklum ketiganya belum beristri yang belum tentu sempat ada yang ngurusin sarapan hingga makan siang sepulang di rumahnya. Kendati demikian, pihak madrasah berharap hari-hari berikutnya ketiga siswa kolot itu tidak lagi terpengaruh oleh berita TV yang belum pasti itu.

Â
Â