Berita Desa

Penyuluhan Penanganan dan Pencegahan Malaria : Sepit Bukan Endemis Tapi Tetap Waspada

Penyuluhan Penanganan dan Pencegahan Malaria :  Sepit Bukan Endemis Tapi Tetap Waspada

 

 

Oleh : Muhammad Sulhan Hadi

 

Sepit, (sepit.desa.id).- Belum lama ini, Kabupaten Lombok Timur dinobatkan menjadi salah satu dari sekian Kabupaten di Indonesia yang meraih predikat eliminasi malaria dari Kementerian Kesehatan RI. Yang artinya, Lombok Timur dinilai sukses dalam upaya pencegahan penularan malaria secara lokal dengan target mengurangi kasus hingga nol.

Hal ini diungkapkan Hairul Anam, salah satu pemateri sekaligus penanggungjawab program di Puskesmas Keruak saat menjelaskan materi pada kegiatan penyuluhan pencegahan dan penanggulangan malaria di Aula Perpustakaan Desa, Rabu (05/11/2025).

 

Orang Juga Melihat : Menekan Penderita ATM, Puskesmas Keruak Kolaborasi dengan Pemdes Sepit

WhatsApp_Image_2025-11-06_at_09-39-19_b1f296c6 

 

”Berarti termasuk Desa Sepit Kecamatan Keruak juga termasuk dari bagian eleminasi malaria ini,” terangnya.

”Namun, ini tidak berarti tidak ada lagi kasus impor atau vektor malaria, sehingga kewaspadaan dan pencegahan tetap diperlukan untuk mencegah penularan kembali,” lanjutnya.

Hairul ==sapaan akrabnya==menjelaskan bahwa kasus malaria di Kecamatan Keruak dan khususnya Desa Sepit jarang terjadi, apalagi Sepit termasuk bukan desa endemis (baca : kasus terjadi berulang-ulang) dari penyakit menular ini. Namun Dia mengingatkan untuk tetap waspada.

”Sepit bukan desa endemis namun kita tetap waspada” ungkapnya.

Lebih jauh, ia juga menjelaskan bahwa penyakit malaria terjadi akibat dari infeksi melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang menimbulkan parasit Plasmodium. Gejalanya seperti demam tinggi, menggigil, sakit kepala, keringat berlebihan, mual dan muntah, anemia, nyeri otot dan sendi, serta kelelahan ekstrem.

 

Baca Juga : Ibu Kades Sepit Mewakili TP. PKK Kec. Keruak Presentase Kegiatan di Tingkat Kabupaten

WhatsApp_Image_2025-11-05_at_14-40-34_b8078ec6 

 

Dalam kesempatan tersebut, dijelaskan juga cara pencegahan. Yakni melalui penggunaan kelambu pada saat tidur, penggunaan obat anti malaria, menggunakan baju lengan panjang saat keluar rumah, dan menggunakan krim atau semprot nyamuk.

Adapun peserta dalam kegiatan tersebut, dihadiri oleh sejumlah peserta dari unsur pengurus Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), anggota Satlinmas (Satuan Perlindungan Masyarakat), Kader Posyandu dan perwakilan masyarakat. (*)

 

Yuk Isi Kuisoner Penilaian Kepuasan Masyarakat Untuk Pelayanan Pemerintah Desa Sepit, Klik Disini Untuk Mengisi.

Beri Komentar